Oilfish bukan escolar

Posted: March 28, 2012 in Uncategorized

FAMILY OF ESCOLAR

Escolar yg bernama lain lepidocybium flavobrunneum termasuk keluarga dari species gempylidae (satu keluarga dengan oil fish). Species ini hidup di laut tropical di air kedalaman 200m hingga 885m. escolar juga banyak disebut orang dengan nama snake macarel, juga sering kali disebut orang dengan nama butterfish (ikan mentega) atau white tuna (tuna putih). Banyak sekali kontroversi akan penjualan ikan escolar ini di Negara 2x luar seperti italy dan jepang, ini semua disebabkan Karen issue kesehatan yg ditimbulkan setelah mengkonsumsi ikan tersebut.

BIOLOGY

Escolar lahir dengan warna coklat dan warnanya akan berubah menjadi coklat tua dan akan menjadi hitam disaat ikan ini mencapai dewasa.ikan ini dapat mencapai ukuran 2m , escolar tidak bisa mencerna wax esters (gempylotoxin) yg terdapat di makanannya (natural diet) , oleh karena ini tubuh daripada escolar ini mengandung minyak sebanyak 14% sd 25%

HEALTH EFFECT

Kandungan wax ester yg terdapat didalam escolar ini dapat menyebabkan keriorrhea ( mengalirnya kandungan wax atau lilin disaat buang air besar), keriorrhea ini mirip dengan diare, hanya saja badan kita akan mengeluarkan kandungan minyak atau wax yg berwarna kuning sedikit kerorange, sedangkan diare mengeluarkan cairan. Banyak terdapat efek samping seperti: keram pada bagian perut, pusing pusing, muntah2x, dan mual, maupun buang air besar yg tak tertahankan. Reaksi drpd memakan ikan ini dapat dirasakan paling cepat 30 menit dan akan berlangsung selama 36 jam.
Ada 2 cara untuk mengindari keriorrhea, yg pertama adalah dengan melimitkan porsi escolar tidak lebih daripda 6 ounces, yg kedua adalah dengan mengkonsumsi escolar dari daging bagian buntut, ini dikarenakan bagian drpd buntut wax yg percentasinya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bagian lainnya. Pemanggangan adalah cara yg terbaik untuk menurunkan percentasinya anda akan keriorrhea.

SALAH LABEL (antara escolar dengan white tuna dan albacore tuna)

Di Amerika serikat Columbia university dan american museum of natural history melakukan test tuna yg berada di restaurant di new York, denver, Colorado , mereka mendapatkan 9 restaurant yg menjadikan escolar sebagai sushi yg dilabelkan dengan nama tuna putih (white tuna) atau dengan label super white tuna.
REGULASI DAN PELARANGAN

Italia dan Jepang telah melarang penjualan escolar , ini dikarenakan efek samping yg ditimbulkan setelah mengkonsumsi ikan tersebut. Ikan escolar telah dilarang di jepang sejak 1977 , dan jepan mendeklare ikan ini beracun.
di tahun 1999 swedia memberitakan ke semua pengusaha importer ikan tentang masalah kesehatan yg bisa timbul karena mengkonsumsi ikan escolar bila tidak disiapkan dengan metode metode tertentu, dan public pun diberitahukan akan efek samping dari escolar tersebut.

Pada tahun 2007 di hong kong banyak sekali consumer yg complain akan ikan yg salah label (escolar), ditahun yg sama pemerintah hong kong menganjurkan untuk tidak menggunakan escolar untuk catering, pemerintah setempat mengharuskan label yg tertera dengan jelas, dan memberikan denda bagi yg melabelkan ikannya tidak sesuai dengan isinya. Disaat yg sama pemerintah setempat juga memberitahukan rakyatnya akan efek yg akan didapat bila mengkonsumsi ecolar maupun oilfish dan sejenisnya.

Di Amerika serikat setelah banyaknya complain akan diare setelah mengkonsumsi ikan escolar, FDA (food and drug administration) melarang import di awal tahun 1990an, namun FDA mencabut kembali larangan tersebut dan mendeclare bahwa ikan tersebut tidak beracun dan tidak mematikan.

Di tahun 2007 canada FIA (food inspection agency) menginvestigasi beberapa kasus akan diare yg disebabkan oleh mengkonsumsi ikan dengan label yg salah, namun pemerintah Canada memutuskan untuk tidak melarang penjualan escolar, hanya saja menerapkan peraturan yg mengharuskan importis atau penjual daging ikan melabelkan ikannya dengan benar, dengan hal ini tentunya sangsi juga diberlakukan bagi yg melanggar. Pemerintah Canada juga menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi escolar seacra berlebihan, dan memberitakan cara cara tertentu untuk mempersiapkan escolar agar kandungan waxnya berkurang.

Sedangkan di Hawaii pemerintah setempat mengajukan pembuatan hukum akan larangan untuk menjual dan menagkap escolar, namun pengesahan hukum tersebut masih tertunda hingga saat ini
Kesimpulannya adalah, kita di Indonesia sering kali menyebut OILFISH dengan nama ESCOLAR, sesungguhnya yg terdapat di Indonesia adalah OILFISH bukan escolar.

Fakta dan kenyataan dari escolar maupun oilfish adalah, mereka memiliki kandungan yg sama secara biologis, kedua ikan ini sangatlah enak bila dimakan, bahkan saking enaknya sampai sampai ada orang yg rela memakannya secara berlebihan sehingga menyebabkan diare.

escolar lebih mirip dengan tuna, sedangkan oilfish walau masih satu family , namun bentuknya sangat berbeda, oilfish berwarna coklat yg disertai dengan sisik yg sangat tajam diseluruh tubuhnya , escolar bergerak dengan cepat, sedangkan oilfish bergerak dengan lambat. Walau secara biologis kandungan drpd kedua ikan ini adalah identik, namun bentuk drpd kedua ikan ini sangatlah mudah dibedakan. Escolar hidup di air 200m-885m. sedangkan oil fish hidup di air 100m-800m. (beda tipis), escolar dan oilfish keduanya dapat mencapai besar maximal 2m
Oilfish tarikannya minim sekali, namun ikan ini akan melakukan diving yg cukup dasyat disaat mengamuk. Oilfish mempunyai sisik maupun kulit yg keras, namun daginnya putih sedikit kekuning kuningan dan lembut.

escolar yg sebenarnya

OILFISHES

(Reff : KM Rachel, etc)

Peraturan IGFA (International Game Fish Association) mengharuskan berat ikan ditimbang didarat dan menggunakan timbangan, dalam menyampaikan klaim terhadap rekor dunia versi IGFA. Hal ini agak sulit dilakukan apabila tidak tersedia timbangan yang tepat untuk mengukur berat ikan berukuran besar.
Ada rumus yang dapat digunakan untuk memperkirakan berat ikan, yang sudah terbukti selama bertahun-tahun lamanya mendekati berat ikan yang sebenarnya. Walaupun tentu saja berat ikan hasil hitungan tidak sah apabila digunakan untuk klaim rekor.

Rumus: Girth (inch) kwadrat X Panjang (inch) / 800 = Perkiraan berat ikan (pounds)

Girth adalah lebar ikan diukur pada bagian paling besar, dalam inch. Panjang ikan diukur dari rahang bawah, sampai bagian sudut pada ekor, dalam inch. Hasilnya dalam Pounds, dimana 1 Kg = 2.204623 Pounds.

Misalnya Girth 40 inches, di kwadratkan menjadi 1600.
Panjang 100 inches.
Dikalikan menjadi 160000.
Dibagi 800 menjadi 200 pounds.

Beberapa RIG di Indonesia melarang untuk kapal pemancing/nelayan berada dibawahnya.
karena terdapat beberapa bahaya sebagai berikut:

1.Gas beracun (H2S), terdapat pada drilling RIG. (sedang berlangsung pengeboran)
Pengeboran minyak/gas dapat menembus formasi (lapisan bumi) yang terdapat gas beracun (H2S), gas beracun tersebut dapat naik ke rig (permukaan) melalui lubang yang dibor,sesampainya diatas gas beracun tersebut akan terbang terbawah angin, dan selalu mencari permukaan yang lebih rendah (karena gas H2S lebih berat dari udara),artinya gas akan turun sampai di permukaan laut,(tempat kapal pemancing/nelayan berada), dengan konsentrasi gas yang tinggi gas beracun tersebut akan membunuh para pemancing/nelayan yang berada di bawah rig tersebut.

2.Semburan gas liar, terdapat pada drilling RIG.
Semburan gas liar,maksudnya tekanan gas yang sangat besar dari dalam sumur menuju permukaan,yang dapat teratasi,dan ada juga yang tidak dapat diatasi,yang tidak dapat diatasi dapat menyebabkan RIG tersebut hancur terbakar dan tenggelam,apa yang terjadi jika ada kapal pemancing/nelayan di bawah rig tersebut.

3.Jalur pipa bawah laut.terdapat pada rig (platform) produksi.
Pipa dibawah laut dibuat untuk mendistribusikan minyak/gas dari rig yang sedang berproduksi (platform) menuju ke tempat penyulingan minyak/gas di darat,kapal2 yang mampir di RIG tersebut tidak boleh sembarangan membuang jangkar di sekitar RIG,jangkarnya bisa jatuh tepat diatas pipa2 distribusi.

4.kejatuhan benda dari atas RIG.
100% semua RIG dan peralatannya terbuat dari besi jadi potensi untuk besi/benda lainnya jatuh ke kapal pemancing/nelayan sangatlah besar.

* Di bawah RIG memang buanyak ikannya..tapi memancing di bawah RIG ada juga bahayanya,
-posisi kapal jangan terlalu dekat dengan RIG,
-hindari memancing pada RIG yang sedang melakukan pengeboran,ciri2 RIG yang sedang melakukan pengeboran,RIG tersebut masih terdapat menara bor nya.
-jika ALARM pada RIG tersebut berbunyi segeralah menjauh.
UTAMAKAN faktor KESELAMATAN
Semoga bermanfaat.






Ciguatera merupakan kondisi keracunan pada manusia yg diakibatkan karena mengkonsumsi hewan laut (ikan) yg mengandung ciguatoxin. Penyakit ini telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu. Ciguatera telah sering terjadi di kawasan tropis dan sub-tropis Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Racun ini dihasilkan oleh alga dinoflagelata yg disebut Gambierdiscus toxicus. Organisme ini biasanya tertelan oleh ikan herbivor, selanjutnya ikan herbivor dimangsa ikan predator sehingga jumlah kandungan racun makin meningkat. Pada ikan racun tersebut tidak berdampak namun dapat menyebabkan sakit luar biasa bahkan dpt menyebabkan kematian pada manusia maupun mamalia yg memakan ikan beracun tsb.

Ikan2 yang beracun umumnya merupakan ikan2 karang yg hidup di dasar, walaupun ada juga ikan2 yg pelagic. Jenis ikan karang yg biasanya tidak beracun bisa menjadi beracun bila terjadi peledakan populasi alga dinoflagelata. Adapun jenis2 ikan yg diketahui beracun antara lain ikan belut laut dan kerapu karang (Plectropomus spp.). Kedua jenis tsb merupakan jenis ikan yg banyak terkait dengan ciguatera, terutama di barat daya Samudra Hindia. Sedangkan di Amerika jenis ikan yg banyak terkait dengan ciguatera adalah kerapu sunu (Epinephelus spp.). Di Australia, ikan-ikan yg dikenal dapat beracun meliputi tenggiri (Scomberomorus commersoni), kerapu (Plectropomus dan Epinephelus), barakuda (Sphyraena jello), kakap merah (Lutjanus sebae), dan kuwe (Caranx spp.).

Ikan yg mengandung ciguatoxin memiliki ciri fisik, rasa dan bau yg normal, sehingga sulit diidentifikasi. Apabila kita menemukan jenis ikan besar yg bertingkah aneh dan mudah ditangkap maka patut dicurigai bahwa ikan tersebut mengandung kosentrasi ciguatoxin yg cukup tinggi.

Ane harap kawan2 yg hobi ngelaut bisa lebih waspada

Semangat Pagi,

Mengingat pentingnya pengetahuan akan sea survival, ane mencoba share sedikit di sini. Mohon maaf jika banyak yang kurang, tetapi tujuannya adalah agar angler lebih memahami hazard ketika memancing di laut.

Sea Survival adalah kemampuan seseorang untuk bertahan hidup dimana nyawa dalam keadaan terancam, sebelumnya atau selama dan setelah meninggalkan perairan lepas pantai, berkaitan dengan bahaya dari lingkungannya.

Hazards (ancaman bahaya) ketika berada di kapal adalah:
-Tenggelam
-Tabrakan
-Terbakar
-Cuaca buruk (bad weather)

Metoda survival apapun yg dipakai di laut, ada 3 hal penting yang diperlukan ketika situasi survival, yakni:
1.Equipment (peralatan); life jacket, first aid dsb
2.Knowledge (pengetahuan); pengetahuan tentang sea survival
3.The Will (kemauan); kemauan untuk hidup telah terbukti dapat mengatasi hal yg tidak mungkin. Kemauan untuk belajar tentang peralatan survival dan penggunaannya dapat menambah rasa percaya diri sehingga dapat bertindak dengan benar dalam keadaan nyawa terancam bahaya di tengah laut.

Data statistik menunjukkan 30% orang-orang yang berusaha menyelamatkan diri ke air dari kecelakaan di laut membuktikan bahwa umumnya meninggal setelah 3 jam bertahan/berjuang untuk hidup(survive).
Jadi kesimpulannya, jika di kapal ada 6 angler, 2 abk dan 1 kapten berarti 3 orang tidak bisa diselamatkan meskipun sudah 3 jam mencoba bertahan untuk hidup.

Walaupun perairan kita tergolong tropis namun banyak orang yang tidak tahan dinginnya air bila terendam terlalu lama. (suhu air laut indonesia berkisar 26-29 derajat C)

Survive di Perairan Dingin
Perairan dingin dikategorikan bersuhu kurang dari 21 derajat C. Masa musim angin barat, perairan indonesia cenderung lebih dingin terutama di malam hari.
Namun suhu air bukan faktor utama yang menentukan waktu survival, sejumlah faktor lainnya juga memegang peranan penting seperti equipment (peralatan), self confidence (percaya diri), pakaian yang dikenakan dan kondisi cuaca..
Berendam di air dingin dapat mengurangi kemampuan bernapas secara normal, akibat lain bisa menyebabkan hyperventilasi dan lebih parah lagi terkena penyakit jantung.. Namun dari semua itu yang paling berbahaya adalah efek dinginnya air.
Cairan dengan suhu kurang dari 37 derajat C dapat mendinginkan tubuh.. Dan tubuh manusia akan berusaha mempertahankan suhu tubuh rata-rata 37 derajat C.

Setiap perubahan/pengurangan suhu tubuh akan berdampak tubuh menggigil yang mengindikasikan bahwa tubuh berusaha meningkatkan panas tubuh dan meningkatkan aliran darah..
Dalam suhu air kurang dari 27 derajat C, sebagian orang akan banyak kehilangan panas tubuh dibandingkan panas tubuh yang diproduksi.. Konsekuensinya, suhu tubuh akan terus menurun selagi mereka masih berada dalam air.
Perlu diketahui bahwa penurunan suhu tubuh manusia di air 25X lebih cepat dibandingkan penurunan suhu ketika berada di udara terbuka.
Jika suhu tubuh menurun lebih dari 35 derajat, beberapa tanda dan gejala-gejala akan timbul.berupa:

-Aspek Fisiologis, misal:
Sakit pada kulit karena air dingin.
Nafas berlebihan (hyperventilasi), naiknya tekanan darah dan kram.
Kemungkinan serangan jantung yang tiba-tiba.
Terminumnya air dingin yang dapat mengakibatkan bengkaknya tenggorokan (larynx),
Sehingga berakibat sesak napas.

Efek2 diatas biasa disebut dengan ”Kaget Air Dingin” dan banyak menimbulkan kematian di perairan dingin.

-Hypothermia, adalah kondisi yang dapat mengancam nyawa dimana tubuh gagal mempertahankan suhu normal tubuh dan terjadinya penurunan suhu tubuh di bawah 35 derajat C. Dampak terhadap hypothermia pada setiap penurunan suhu tubuh diantaranya:
Tubuh menggigil, denyut nadi lambat dan tidak teratur, indra perasa mati rasa, halusinasi, kesadaran tubuh berkurang dan susah berdiri. Bahkan pada tahap penurunan suhu tubuh ke 23 derajat C, jantung dapat berhenti berdenyut dan mengakibatkan kematian.
Waktu survival bervariasi tergantung dari suhu perairan dan faktor2 individu yang dilakukannya untuk meningkatkan peluangnya dan juga kesempatan untuk dapat diselamatkan.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan waktu survival diantaranya:
-Kondisi fisik, orang yang sehat lebih dapat bertahan lama di air daripada yang sakit/cedera.
-Berat badan, tubuh besar/berat badan lebih cenderung dapat survive lebih lama dibandingkan yang berbadan kecil/kurus.
-Pakaian, kenakan sebanyak mungkin pakaian dan jangan pernah membuangnya ke air.
-Posisi tubuh, bagian tubuh tertentu ditutupi dari kehilangan panas tubuh yang berlebihan. Dengan melakukan HELP posisi dan HUDDLE posisi dapat meningkatkan waktu survival.
-Penggunaan alat bantu apung (life jacket), dengan alat bantu apung badan mengambang di permukaan sehingga menghemat tenaga. Melakukan gerakan berenang yang tidak perlu akan berdampak pengeluaran tenaga yang berlebihan sehingga menyebabkan kehilangan panas tubuh lebih cepat. Life Jacket Tipe-1 juga akan membantu para survivor yang pingsan tetap telentang sehingga bisa tetap bernapas.

Dari uraian singkat di atas, dapatlah kita ketahui bahwa kebutuhan Life jacket adalah baru kebutuhan mimimal untuk survive di laut jika terjadi kecelakaan laut. Tetapi masih ada bahaya2 lain yang dapat mengancam nyawa seperti kurangnya pengetahuan dasar terhadap sea survival meliputi:
-cara pakai dan tahu fungsinya Life Jacket.
-pengetahuan terhadap bahaya hypothermia dan cara mengatasinya.
-pengenalan terhadap bahaya predator laut dan cara pencegahannya.
-equipment pendukung seperti life ring, first aid dan lain lain.

Demikian pengetahuan singkat tentang sea survival, dengan harapan setiap angler bisa lebih mengetahui akan hazard di laut sewaktu memancing. Tentu saja ini masih sangat kurang detail, untuk lebih mendalami sea survival diharapkan kita mencoba menggali lebih banyak melalui googling di internet atau mengikuti training2 singkat jika memang ada. Kita memang sangat senang jika sedang strike, tetapi jangan melupakan bahwa kelurga kita di rumah juga lebih senang jika kita pulang dengan selamat.
(Reff from : Om Ubay)
Semoga bermanfaat.

banyak jigger pemula yg belum bisa membuat assist hook sendiri, bahkan tidak sedikit jigger yang malas untuk bikin sendiri atau malah memilih membeli yang sudah jadi,

pada kesempatan ini saya coba sampaikan cara bikin assist hook yang mudah dan cepat.
cara ini selalu saya pakai sampai saat ini
blom pernah terjadi ikatannya sampai lepas kecuali kevlar putus.

bahan2 yang diperlukan
1. hook, saya pakai untuk jigging minimal ukuran 9/0
2. tali kevlar, bisa dibeli eceran
3. heat shrink/isolasi bakar, bisa beli di toko elektronik
4. cumi2 karet, bisa pakai atau tidak…
5. solid ring besar atau swivel besar
6. split ring…. gak harus yang kuat, karena untuk pegang jig doang…

ikat kevlar

1. potong tali kevlar sekitar 20cm atau lebih panjang lagi untuk bikin assist yang panjang
2/3. buat 1 ikatan biasa…sambil perhatikan agar tali tidak saling tumpuk
4. kecilkan ikatan itu sambil dorong kearah ujung….sisakan sedikit agar bisa dijepit tang untuk dikencangkan
5/6/7. masukan hook pada ikatan itu
8. kencangkan ikatan dengan bantuan tang pada ujunganya dan obeng pada bagian loop
9. rapikan sisa kevlar (potong jika terlalu panjang) dan atur posisi loop dibagian belakang hook
10. masukan loop kelubang hook dari belakang, sehingga hasilnya seperti pada gambar berikut

pasang isolasi bakar

12. potong isolasi bakar sepanjang ujung sisa kevlar sampai lobang hook
13/14. masukan isolasi bakar sampai menutupi ikatan dan lobang hook
15. bakar isolasi dengan korek gas sambil diputer2 agar panas merata, jangan terlalu lama biar gak gosong…
16. perhatikan agar isolasi menutupi ikatan dengan rapat

pasang cumi2 karet
17. potong ujung cumi2 dan masukan ke hook
18/19. masukan cumi2 sampai pangkal hook dengan cara didorong dan diputer, (kalo seret pake air ludah…hehehe)

pasang assist di solid ring besar atau swivel besar. kmudian pasang juga split ring pada solid atau swivel

contoh kombinasi assist hook
untuk 2 assist sebaiknya bedakan panjangnya,…1 panjang 1 pendek

contoh applikasinya…

Referensi from Mr. Yogi Santika

Pengenalan Teknik Jigging

Posted: May 12, 2009 in Uncategorized

JIGGING
Jigging adalah Teknik memancing ikan di kedalaman dengan mempergunakan metal jig (lure) yang digerakkan secara vertikal (Retrieve) menyerupai action live bait.

KATEGORI JIGGING

* Light Jigging
Dilakukan pada kedalaman sampai dengan 40 meter dengan kelas piranti di bawah 30lb, umpan (jig) yang digunakan rata-rata di bawah 200 gram.

* Heavy /Extreme Jigging
Dibutuhkan stamina dan power yang extra. Kelas pirantipun extra heavy pula, karena jig yang digunakan 300 gram ke atas bahkan kadang-kadang sampai 1 kg.

PERALATAN

* Metal Jig
Biasanya disesuaikan dengan kemampuan joran/rod yang digunakan, kedalaman dari lokasi dan kuatnya arus di lokasi.
Warna tidak banyak berpengaruh, yang penting mudah dilihat/menarik perhatian ikan.
Makin dalam atau semakin gelap sebaiknya menggunakan umpan yang berwarna terang/berpendar (iluminous).


R E E L
* Spinning reel
Digunakan yang mempunyai ratio gear yang rendah agar tidak terlalu berat pada saat memainkan jig sehingga pemancing tidak cepat merasa lelah.

* Overhead reel
Berlawanan dengan spinning reel. Karena umumnya diameter spoolnya kecil dan tangkai handlenya pendek, maka penggunaan overhead reel lebih membuat pemancing tidak cepat lelah.

* D r a g
Pengaturan kekuatan drag biasanya disesuaikan dengan piranti (line class) dan target yang dicari.
Untuk ikan-ikan monster yang bandel, drag yang terlalu kencang (> 7 kg) akan cepat menguras tenaga dan stamina pemancing. Cukup disetting 5 – 7 kg.

Pemakaian drag tinggi sangat beresiko joran patah. Usahakan waktu fight posisi ketinggian joran tidak lebih dari 60º.

* R O D / Joran
Tidak ada ketentuan pasti mengenai panjang rod jigging. Biasanya 5 – 7 feet.
Makin panjang rod, action umpan makin bagus, tapi lebih melelahkan, terutama saat memainkan umpan-umpan berat atau fight dengan ikan yang bandel.
Semakin pendek rod, dapat menghemat stamina dan lebih mudah waktu menghajar ikan.

* Line: Braided (PE), monofilament

Penggunaan PE yg berdiameter besar akan menyebabkan gesekan dgn arus menjadi besar sehingga akan menambah beban tambahan dan mempengaruhi action jig

Penggunaan PE yg berdiameter kecil membuat kapasitas line lebih banyak pada spool sehingga menguranggi resiko line end saat fighting dgn ikan besar.

Penggunaan PE berwarna-warni (per 10m) mempermudah utk mengetahui kedalaman dan mudah utk menandai strike zone.

* Leader line / Tali Pandu.
Biasanya dipakai shock leader monofilament dengan kekuatan 1,5 sampai dengan 2 x kekuatan main line.
Tujuannya:
Mengurangi resiko putus apabila terjadi gesekan pada batu karang ataupun dinding kapal.
Memudahkan wireman/crew mendaratkan ikan.
Mengurangi daya hantar yang terjadi saat strike.

Umumnya panjang leader 2-4 m dan menggunakan fluorocarbon mono shock leader.

* HOOK
Penggunaan ukuran dan pemasangan kail sangat menunjang kesuksesan pemancing.

Menggunakan 1 atau 2 single hook sebagai assist menggantung di kepala atau sampai pertengahan badan metal jig, biasanya dipakai live bait hook.

Ukuran hook untuk assist disesuaikan dengan besar metal jig yang dipakai. Yang penting hook bisa bergerak bebas, tidak menempel/menggigit badan metal jignya.

Bila ingin memakai hook di bawah, sebaiknya menggunakan circle hook agar tidak mudah tersangkut di karang.

* Swivel & Split Ring
– Memudahkan pemancing mengganti umpan tanpa harus memotong tali pandu/leader line.
– Mengurangi gerakan melintirnya umpan pada saat dimainkan.

* Gimbal/Sabuk ajar
Bisa yang berpalang (seperti untuk trolling), bisa juga yang tanpa palang. Disesuaikan dengan dudukan joran yang dipakai.

* Sarung Tangan
Penggunaan sarung tangan sangat membantu terutama saat fight dengan ikan-ikan besar atau pada saat telapak tangan basah oleh keringat. Mengurangi resiko karena licin.

* Lokasi Jigging
Disesuaikan dengan ikan yang menjadi target. Misalnya pada laut yang mempunyai kontur dasar berkarang, target adalah grouper (kerapu), amberjack, ruby snapper, GT, dog tooth tuna.

Dgn Assumsi kedalaman: 100m
Dari dasar 0 – 10 meter : Kerapu,Snapper
Dari dasar 0 – 30 meter : Amberjack
Dari dasar 0 – 50 meter : Dogtooth tuna
Dari dasar 0 – 80 meter : Tenggiri, Barcud

Untuk Yellow fin tuna biasanya pada seputaran rumpon apung atau pada kumpulan lumba-lumba. Teknik ini efektif sampai dengan 100 meter dari permukaan laut.

Mencari lokasi jigging dan pola arus.
Dalam pencarian jigging spot, alat Depth sounder dan GPS sangat diperlukan. Apabila sudah menemukan lokasi yang dicurigai, tandes, sea mount segera memorikan posisi koordinatnya dengan GPS.
Mulailah bermain di sana dengan berhanyut ria sampai sekitar 0,5 mil dari titik tersebut. Sering sang target jalan-jalan agak jauh dari rumahnya, terutama Amberjack dan Dog Tooth Tuna hingga mencapai 0,5 mil. Sepanjang jalan hanyutnya kapal bila terjadi strike, segera dicatat/direkam posisi tersebut, begitu seterusnya. Titik-titik ini dijadikan titik bantu pengenalan lokasi dengan arusnya.
Apabila tidak terjadi strike, cobalah sedikit bergeser dari titik utama sambil terus drifting. Teknik ini memudahkan kita mengenal pola arus di lokasi tersebut, karena setiap perubahan arus, maka strike point akan berubah.

Waktu Jigging

Hampir setiap saat jigging bisa dilakukan, tergantung kondisi arus di lokasi tersebut.
Pada hari ke-9 sampai dengan 12 sesudah purnama atau bulan mati biasanya waktu jigging bisa lebih panjang karena pada saat itu pasang surut tidak terlalu tinggi.
Arah dan kecepatan angin juga memegang peranan penting, karena turut mempengaruhi cepat lambatnya laju hanyut kapal.
Kecepatan hanyut kapal 1 – 2 knot cukup ideal untuk jigging. Kadang-kadang adanya 2 sampai 3 arus dengan arah yang berbeda menyulitkan kita jigging, meskipun hanyutnya hanya 1 – 2 knot.

Jigging Action

Fast jerking, 1 : 1, artinya satu kali angkat joran diimbangi dengan satu kali gulung.
Slow jerking, 1 : 2, artinya satu kali jerking dua kali gulung.
Long jerking, 1 : 3, artinya satu kali jerking panjang diimbangi 3 kali gulung.
Setiap angler bebas berimprovisasi, makin banyak mempunyai variasi makin besar peluang untuk mendapat ikan. Untuk jenis ikan yang sama di lokasi yang sama dengan kondisi arus berbeda bisa sukses dengan gaya yang berbeda dari sebelumnya.

Hasil Jigging